<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>UKM Pers SUKMA</title>
	<atom:link href="http://sukmapolinela.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sukmapolinela.wordpress.com</link>
	<description>Jujur, Rasional, dan Independen</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Jul 2011 06:49:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sukmapolinela.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>UKM Pers SUKMA</title>
		<link>http://sukmapolinela.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sukmapolinela.wordpress.com/osd.xml" title="UKM Pers SUKMA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sukmapolinela.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jalur Masuk Polinela.</title>
		<link>http://sukmapolinela.wordpress.com/2011/07/26/jalur-masuk-polinela/</link>
		<comments>http://sukmapolinela.wordpress.com/2011/07/26/jalur-masuk-polinela/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 06:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukmapolinela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukmapolinela.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[POLINELA berapa waktu yang lalu gedung akademik terihat ramai oleh antusias calon mahasiswa yang mendaftar dan mengikuti test. Agenda yang pasti dilaksanakan setiap memasuki tahun ajaran baru yakni penerimaan mahasiswa baru Politeknik Negeri Lampung. Untuk dapat menjadi mahasiswa POLINELA, calon mahasiswa dapat masuk melalui empat jalur. Jalur tersebut yakni jalur PMKA, PEMDA, BIDIK MISI, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=147&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>POLINELA berapa waktu yang lalu gedung akademik terihat ramai oleh antusias calon mahasiswa yang mendaftar dan mengikuti test.<br />
Agenda yang pasti dilaksanakan setiap memasuki tahun ajaran baru yakni penerimaan mahasiswa baru Politeknik Negeri Lampung. Untuk dapat menjadi mahasiswa POLINELA, calon mahasiswa dapat masuk melalui empat jalur. Jalur tersebut yakni jalur PMKA, PEMDA, BIDIK MISI, dan UMPN.<br />
Dari keempat jalur masuk diatas, Bidik Misi merupakan Program baru yang didanai oleh DIKTI dan diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu. Calon mahasiswa Bidik Misi yang diterima menjadi mahasiswa POLINELA hanya sejumlah kurang lebih 30 mahasiswa. Calon mahasiswa harus mengikuti test tertulis, test wawancara, dan test kesehatan. Namun, Program Studi Produksi Tanaman Perkebunan (D3) dan Mekanisasi Pertanian tidak tercantum sebagai pilihan Program Studi bagi mahasiswa Bidik Misi. “Ungkap Pembantu Direktur I, Ir. Bastaman Syah M,Si.”<br />
Bidik Misi hampir sama seperti Beasiswa Pemda, namun Bidik Misi lebih besar karena Beasiswa Pemda didanai oleh Pemerintah Daerah sedangkan Bidik Misi oleh Dikti. Calon mahasiswa Beasiswa Pemda, mengikuti seleksi berkas dan mengikuti test tertulis, test wawancara dan test kesehatan juga. Calon mahasiswa Pemda yang diterima sejumlah 100 mahasiswa. Ini merupakan mahasiswa Beasiswa Pemda angkatan keempat.<br />
Keseluruhan calon mahasiswa yang diterima menjadi mahasiswa Politeknik Negeri Lampung kurang dari 436 atau 438 mahasiswa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sukmapolinela.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sukmapolinela.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sukmapolinela.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sukmapolinela.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sukmapolinela.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sukmapolinela.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sukmapolinela.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sukmapolinela.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sukmapolinela.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sukmapolinela.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sukmapolinela.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sukmapolinela.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sukmapolinela.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sukmapolinela.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=147&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukmapolinela.wordpress.com/2011/07/26/jalur-masuk-polinela/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1b00871d1f8341521aa7598e58d207a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sukmapolinela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalur Masuk Polinela (Edisi 53)</title>
		<link>http://sukmapolinela.wordpress.com/2011/07/26/jalur-masuk-polinela-edisi-53/</link>
		<comments>http://sukmapolinela.wordpress.com/2011/07/26/jalur-masuk-polinela-edisi-53/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 06:38:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukmapolinela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukmapolinela.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[POLINELA berapa waktu yang lalu gedung akademik terihat ramai oleh antusias calon mahasiswa yang mendaftar dan mengikuti test. Agenda yang pasti dilaksanakan setiap memasuki tahun ajaran baru yakni penerimaan mahasiswa baru Politeknik Negeri Lampung. Untuk dapat menjadi mahasiswa POLINELA, calon mahasiswa dapat masuk melalui empat jalur. Jalur tersebut yakni jalur PMKA, PEMDA, BIDIK MISI, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=144&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>POLINELA berapa waktu yang lalu gedung akademik terihat ramai oleh antusias calon mahasiswa yang mendaftar dan mengikuti test.<br />
Agenda yang pasti dilaksanakan setiap memasuki tahun ajaran baru yakni penerimaan mahasiswa baru Politeknik Negeri Lampung. Untuk dapat menjadi mahasiswa POLINELA, calon mahasiswa dapat masuk melalui empat jalur. Jalur tersebut yakni jalur PMKA, PEMDA, BIDIK MISI, dan UMPN.<br />
Dari keempat jalur masuk diatas, Bidik Misi merupakan Program baru yang didanai oleh DIKTI dan diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu. Calon mahasiswa Bidik Misi yang diterima menjadi mahasiswa POLINELA hanya sejumlah kurang lebih 30 mahasiswa. Calon mahasiswa harus mengikuti test tertulis, test wawancara, dan test kesehatan. Namun, Program Studi Produksi Tanaman Perkebunan (D3) dan Mekanisasi Pertanian tidak tercantum sebagai pilihan Program Studi bagi mahasiswa Bidik Misi. “Ungkap Pembantu Direktur I, Ir. Bastaman Syah M,Si.”<br />
Bidik Misi hampir sama seperti Beasiswa Pemda, namun Bidik Misi lebih besar karena Beasiswa Pemda didanai oleh Pemerintah Daerah sedangkan Bidik Misi oleh Dikti. Calon mahasiswa Beasiswa Pemda, mengikuti seleksi berkas dan mengikuti test tertulis, test wawancara dan test kesehatan juga. Calon mahasiswa Pemda yang diterima sejumlah 100 mahasiswa. Ini merupakan mahasiswa Beasiswa Pemda angkatan keempat.<br />
Keseluruhan calon mahasiswa yang diterima menjadi mahasiswa Politeknik Negeri Lampung kurang dari 436 atau 438 mahasiswa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sukmapolinela.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sukmapolinela.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sukmapolinela.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sukmapolinela.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sukmapolinela.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sukmapolinela.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sukmapolinela.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sukmapolinela.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sukmapolinela.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sukmapolinela.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sukmapolinela.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sukmapolinela.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sukmapolinela.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sukmapolinela.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=144&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukmapolinela.wordpress.com/2011/07/26/jalur-masuk-polinela-edisi-53/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1b00871d1f8341521aa7598e58d207a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sukmapolinela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukan Salah qu</title>
		<link>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/10/21/bukan-salah-qu/</link>
		<comments>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/10/21/bukan-salah-qu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 19:07:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukmapolinela</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://sukmapolinela.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Bukan Salah Ku by : Wina “Naraaa….!!!!” Teriak Sita yang sedang berlari disepanjang koridor kampus, mau tidak mau oarang yang berada di sekitar koridor harus mendengar suara Sita yang cempreng, bahkan dalam radius 5 km suara Sita masih terdengar. Sita adalah sahabatku sejak kecil, kebetulan saja kami bisa satu kampus dengan Sita. Mungkin karena kedekatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=137&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan Salah Ku<br />
 by : Wina</p>
<p>	“Naraaa….!!!!”<br />
	Teriak Sita yang sedang berlari disepanjang koridor kampus, mau tidak mau oarang yang berada di sekitar koridor harus mendengar suara Sita yang cempreng, bahkan dalam radius 5 km suara Sita masih terdengar. Sita adalah sahabatku sejak kecil, kebetulan saja kami bisa satu kampus dengan Sita. Mungkin karena kedekatan kami yang tak terpisahkan, sehingga bisa satu kampus bersama.<br />
	“Nara, aku nervous banget menghadapi ujian kali ini, aku yakin saat masuk kelas nanti otak ku Ngebleng semua.”.<br />
	Hari ini adalah hari pertama kami mengikuti ujian akhir semester II.<br />
	“Yeee… emang nya kamu aja yang nervous, aku juga neh.”<br />
	“Huh..!!!” keluh Sita.<br />
	“Seandainya aja aku memiliki ilmu teleportasi, jadi aku bisa tahu soal yang akan keluar nantinya, tenang aja Sit aku juga akan cari tahu soal ujian kamu yang akan keluar”<br />
	Dunia khayalku mulai berimajnasi<br />
	“Hahahaaahaaaa….!!”<br />
	Gelak tawa Sita seraya menertawakan aku dengan kahayalan tingkt tinggi ku.<br />
	Tak lama dosen pun datang menuju ruangan kelas yang menandakan ujian segera dimulai, maka itu pula kami harus berperang dengan soal-soal yang ada, mudah-mudahan saja ujian kali ini bisa aku kalahkan semua. Kami mulai memasuki kelas masing-masing, karena aku tidak satu kalas dengan Sita.</p>
<p>***<br />
	Di keheningan malam teriring suara denting lonceng yang tergantung di sisi jendela kamar, yang mengiringi malam sambil aku berkutat dengan buku yang ada.<br />
	“Bip Bip.” Tiba-tiba Hp ku berbunyi yang ku letakan di atas meja.</p>
<p>New Message<br />
From Rangga<br />
	Thank’s ya udah ngingetin<br />
	Tapi ini sapa?</p>
<p>	“Hah…!!” aku terkejut membaca SMS dari Rangga.<br />
	Rangga adalah mantan pacarku sejak tiga bulan yang lalu, saat ini Rangga telah mempunyai kekasih baru, Nita namanya. Gara-gara itu aku putus dengan Rangga, karena Rangga selingkuh dengan Nita. Alhasil Rangga lebih memilih Nita dari pada aku, yang telah pacaran sejak satu tahun lamanya. Sebelumnya aku memang pernah SMS Rangga, secara tidak sengaja aku mengingatkan Rangga untuk sholat. Sejenak aku terdiam sambil memikirkan sesuatu dan akhirnya aku balas SMS dari rangga.</p>
<p>To Rangga<br />
	Yups…..!! sama-sama<br />
	Namaku chacha.</p>
<p>	Aku sedikit berbohong dengan nama itu, karena aku tidak mau sampai Rangga tau kalau itu aku, mantan pacar yang pernah ia tinggalkan dulu. Namun Rangga tidak tau bahwa yang dia hadapi adalah Nara. Aku hanya ingin menjalin hubungan silaturahmi antara teman baik saja tidak lebih, aku tidak berniat untuk merusak hubungan Rangga dan Nita. Karena setelah kami putus, sikap Rangga padaku seperti menghadapi musuh terbesar nya, bahkan sahabtaku sendiri Sita dimusuhunya. Tapi entah kenapa Rangga gampang tergoda dengan hubungan komunikasi tersebut, seakan dia lupa akan Nita pacarnya sendiri.</p>
<p>***<br />
	Pagi ini aku bertemu Sita di kantin kampus.<br />
	“Nara…!!” Panggil Sita.<br />
	“kok kamu hari ini terlihat beda dengan sebelumnya, nampaknya kamu sedang ada masalah, ayo dong cerita kenapa.?”<br />
	Aku menundukan kepala di atas meja.<br />
	“Sit, tadi malam Rangga meng SMS ku.”<br />
	“Hah,, apa dia minta balikan dengan kamu Ra.” Dengan terkejut Sita menatapku dengan tajam.<br />
	“Bentar dulu Sit, ceritaku belum selesai.”<br />
	“Iya, terus?” Sita dengan mimik muka penuh penasaran<br />
	“Sebelumnya aku SMS dia, Cuma ngingetin sholat aja kok gak lebih, aku SMS dia dengan nomor yang baru, yah alhasil aku sering SMS an dengan dia”<br />
	“Fuh” Sita menghembuskan nafas<br />
	“Kamu kan tau di udah punya pacar, trus dia tau gak kalau kamu itu Nara?”<br />
	“Iya aku ta, aku menggunakan nama palsu, aku bilang aja kalau aku chacha, Rangganya nya aja yang mau-mauan ngeladeni SMS dari ku.”<br />
	Tak lama kemudian Hp ku bergetar di dalam tas.</p>
<p>New Message<br />
From Rangga<br />
	Hai chacha lg ngapain?<br />
	Aku boleh kenal kamu lebih jau gk</p>
<p>	Mataku hanya tertuju di layar Hp, sesekali aku melihat Sita dengan tersenyum, nampaknya Sita sudah mulai menebak kalau itu SMS dari Rangga.<br />
	“Ehm.” Singut Sita<br />
	“Dari siapa Ra, pasti dari Rangga, ya kan?”<br />
	“Iya bener.”<br />
	Aku dan Sita terdiam sejenak sambil berfikir, bagaimana menghadapi cowok yang gampang tergoda ini, padahal di sudah punya pacar.<br />
	“Yaudah coba kamu bales aja SMS itu Ra, kita uji seberapa besar cintanya kepada Nita, kerjain aja tuh Rangga.”<br />
	“OK deh aku coba bales SMS nya”</p>
<p>To Rangga<br />
	Aku lg di kampus,<br />
	Kamu pgn lebh kenal aku apa lg?<br />
	Dari sini komunikasi ku berlanjut dengan Rangga.</p>
<p>***<br />
	Beberapa hari kemudian, Rangga  ternyata tau chacha itu adalah aku. Alhasil dia malah banyak curhat dengan ku masalah pacarnya yang sekarang, bahkan Rangga banyak mengeluh dengan Nita, dengan alasa Nita tidak perhatian lagi lah, ini lah, itu lah semuanya dia ceritakan. Entah apa maksudnya Rangga bercerita seperti ini pada ku. Aku tahu dengan sifat rangga yang suka tergoda, seakan pacar yang ada diabaikan.<br />
	“Ra.” Panggil Sita<br />
	“Seandainya Rangga ngajak balikan lagi gimana?” Sita mempertegas pertanyaanya.<br />
	“Gak Sit, aku gak bakalan balikan lagi sama dia, aku gak mau sakit hati lagi gara-gara dia.”<br />
	“hemm, yah aku akui Rangga memang sangat keterlaluan dengan sikapnya selama ini pada mu, tapi kalau sudah begini bagaimana?.”<br />
	“Sit, aku gak berharap terlalu banyak untuk hal ini, aku hanya menjalin hubungan teman baik itu saja gak lebih.”<br />
	“Yah aku tau, tapi saran aku, kamu jangan terlalu ngeladenin dia lagi.”<br />
	“ Aku tidak pernah mulai duluan, tapi selalu dia yang mulai duluan SMS, jadi mau gak mau aku bales deh SMS dia, kadang kalu menurut aku SMS nya gak terlalu penting gak aku bales.”<br />
	“Fuuhh, ribet yah.” Keluh Sita.<br />
	Aku beberapa akhir ini sering menerima SMS dari Rangga, dia selalu mengingatkan aku untuk sholat lah, ini lah, itu lah, kadang-kadang dia sering menelpon ku cuma hanya mengucapkan selamat tidur atau apa lah, dengan gaya bahasa dia yang kacau menurut ku. Aku seakan-akan sedang pacaran lagi dengan Rangga, kenangan-kenangan yang sudah kulewati bersama Rangga seperti hidup kembali. Pernah beberapa hari yang lalu Rangga bercerita tentang pacarnya Nita, bahwa mereka sedang ada masalah dalam hubngannya.</p>
<p>***<br />
	“Naraa…!!” Panggil Dito, yang menghampiriku di meja kantin kampus.<br />
	“Ra, kamu masih berhubungan dengan Rangga?” Tanya Dito, dengan wajah seriusnya.<br />
	“Ia, kok kamu tau?”<br />
	“Aku tau dari Rangga, apa kamu masih suka sama dia?”<br />
	“Dit, percayalah aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin menjalin silaturahmi antara teman baik saja, gak lebih, ada apa emangnya?”<br />
	“Kamu tau, Rangga dan Nita saat ini lagi bertengkar hebat, aku juga gak tau masalahnya, atau ada orang ketiga kah, I don’t know?”<br />
	“Terus apa sangkut pautnya terhadap ku?”<br />
	“Sudahlah Ra, kamu gak usah lagi mencampuri urusan mereka, yang lalu biarlah berlalu, jangan kamu menjadi sumber pertengkaran mereka dan jangan buat Rangga seakan bimbang menghadapi kalian, ingat sekarang Rangga sudah punya pacar.” Tegas Dito yang menceramahiku.<br />
	“Dit, aku gak bermaksud berniat menghancurkan hubungan mereka, soal aku sering SMS Rangga aku hanya SMS sebatas teman saja, toh bukan salah aku kalau Rangga beranggapan lebih terhadap ku, yah aku tau Rangga udah punya pacar, dan satu hal yang mesti kamu ingat aku gak mungkin balik lagi dengan Rangga, karena aku sudah terlalu sakit hati dengan sikapnya dulu.” Dengan susana kantin yang panas, kami bertengkar hebat.<br />
	Dito adalah sahabat Rangga, mungkin selama ini Dito tau kalau aku dan Rangga masih sering SMS an. Ternyata Dito menilai ku lain, dia beranggapan bahwa pertengkaran Rangga dan Nita disebabkan oleh aku. Aku tidak menyangka niat baik ku dinialai negatif oleh Dito, dan sejak saat itu aku tidak pernah menemui Rangga lagi, biarkan Rangga menyelesaikan masalahnya sendiri.<br />
	Beberapa bulan kemudian aku menemukan pacar yang cocok dengan ku, Tama namanya. Entah bagaimana keadaan Rangga dan Nita sekarang, aku tidak pernah bertemu lagi dengan mereka, yang jelas aku dan Tama tetap fine- fine aja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sukmapolinela.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sukmapolinela.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sukmapolinela.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sukmapolinela.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sukmapolinela.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sukmapolinela.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sukmapolinela.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sukmapolinela.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sukmapolinela.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sukmapolinela.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sukmapolinela.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sukmapolinela.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sukmapolinela.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sukmapolinela.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=137&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/10/21/bukan-salah-qu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1b00871d1f8341521aa7598e58d207a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sukmapolinela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“ Ketika Dilema Membayangi Percintaan Anda” (Edisi 52)</title>
		<link>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/%e2%80%9c-ketika-dilema-membayangi-percintaan-anda%e2%80%9d-edisi-52/</link>
		<comments>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/%e2%80%9c-ketika-dilema-membayangi-percintaan-anda%e2%80%9d-edisi-52/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 05:20:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukmapolinela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukmapolinela.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Hermawan Timbul rasa kekesalan di benak Melka. Tangannya mengipas-ngipas handphone sambil menggerutu. Apa ini takdirku, tuhan? Aku kangen sama dia. *** Semenjak hubungan yang erat dengan Noy, aku merasa tak selayaknya seorang wanita selalu membuntuti aktifitas dia. Ya..meski hanya lewat sms tidak penting seperti ini. “ Pagi Noy, Lagi ngapa?” send to Noy [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=134&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Hermawan</p>
<p>Timbul rasa kekesalan di benak Melka. Tangannya mengipas-ngipas handphone sambil menggerutu. Apa ini takdirku, tuhan? Aku kangen sama dia.<br />
***<br />
Semenjak hubungan yang erat dengan Noy, aku merasa tak selayaknya seorang wanita selalu membuntuti aktifitas dia. Ya..meski hanya lewat sms tidak penting seperti ini.<br />
“ Pagi Noy, Lagi ngapa?” send to Noy Cayng, ok!</p>
<p>Apa perlu aku  menangguhkan hasrat jemariku untuk  mengetik kata-kata murahan itu. Semuanya terlanjur sudah. Noy sudah merespon apa mauku. </p>
<p>Pukul 06.30</p>
<p>Handphoneku berdering sekeras mungkin, mulai sayup-sayup hingga nyaris merusak pendengaranku. Aku tergugah. Ku tekan tombol biru. Dari kejauhan terdengar suara yang lazim aku dengar..<br />
	“mel, bangun..”<br />
Noy!!!!,aku terperanggah hingga tenggorokan terkunci rapat-rapat.<br />
	“mel..halo..halo…”<br />
Tak lama kemudian ku sahut dengan suara sangat lirih. “iya Noy, met pagi juga, lagi ngapa?”<br />
“ nggak lagi ngapa-ngapain mel, aku barusan mimpi”<br />
“Mimpi apa?”<br />
“entar deh aku ceritain, oya udah dulu ya..mau belajar dulu”<br />
Dengan suara kekesalan ku sudahi percakapan pagi itu. Mengapa kak Noy selalu tak bisa mengerti kemauanku yang sesungguhnya. Ih jadi sebel..<br />
		“Udah dulu ya mau belajar dulu” itu saja terucap oleh kak Noy, sungguh mau diapakan aku ini.  Apa ini adalah pacaran sehat? Oo…mungkin iya. </p>
<p>Melka berbicara tanpa ujung pagi itu. Lalu dia bergegas mengambil handuk dan perlengkapan cewe. Di usaplah seluruh tubuhnya sambil berkaca. “Kak Noy, ini semua untuk kamu”.<br />
***<br />
Kota Bandar Lampung tampak indah siang itu. Cahaya matahari melewati celah-celah dedaunan mengering. Melka duduk bersimpuh seorang diri. Sejak kecil hidupnya tak mau terganggu oleh keramaian. Bahkan dia tampak marah jika teman seusianya mendekat.  Melka pun tak bergeming oleh keadaan disekitarnya. Dia hanya mengenduskan nafas. Huft..kota ini sudah mulai dipadati penghuni.<br />
Dia membuka seisi tas. Tampak sebuah diary berukuran sedang. Diary itu sarat akan coretan tak beraturan. Entah apa yang tertuang di buku berdebu itu. Sepertinya si-empu tak mempedulikannya. Dia meraih buku itu dan menuliskan beberapa bait dengan bolpoint warna merah jambu. Di akhir bait tergambar tanda yang tak jelas apa maknanya. Yang tampak sekali sebaris kalimat “ kak Noy..aku kangen”<br />
Tak lama kemudian sesosok  pria bertubuh kecil menghampiri melka. “ Siang melka..”<br />
“Andre??? Knapa ndre ?</p>
<p>Perbincangan mereka tampak asyik siang itu. Semuanya lepas mengalir tanpa skenario sebaitpun. Wajah melka kadang susut kadang mengembang. Tak jelas apa yang terjadi. Jika diamati dari kejauhan, mereka tak lain adalah romeo dan Juliet. Getir mereka tak sampai menutupi siang itu.<br />
***<br />
Sore ini saat paling membuatku kalut. Bagaimana tidak. Kak Noy, cowo yang selama ini sudah terpatri dalam hatiku. Mengirim pesan singkat yang mampu membuatku putus asa. “Aku jadi ingin mati sajalah”. Kak Noy sungguh tidak adil. Semenjak pesan itu muncul dilayar handphoneku. Aku tak nafsu makan.<br />
“aku terpuruk terbelenggu nafsu, hatiku yang rapuh menjaga hatimu, hawa nafsu butakan hatiku, maafkaanlah aku….mel aku bulan depan mau merried”<br />
Prakkkkkk…..handphone melka berantakan. Pukulan keras yang teramat sangat. Hubungan jarak jauh-mereka selama ini hampir berakhir begitu saja.<br />
Melka menahan tangis. Digenggamnya hitamnya cinta itu. Disambarnya Diary usang itu. Cinta yang telah mereka rajut tak hanya terpisahkan oleh jarak. Namun hampir terpisahkan oleh keputusan masing-masing maglihainya. Tak ada kata yang tepat untuk memberi ucapan selamat. Sore itu awan menjadi kelabu.</p>
<p>***<br />
Di bandung. Udara terasa dingin karena butiran gerimis. Awanpun malas tuk berkelana mengitari kota berpenduduk padat itu. Dibalik Bus Bandung-Rajabasa tampak Noy sedang menenteng tas. Rona wajahnya begitu sempurna. Dikerumunin potret terminal, Ia tak gentar sedikitpun, Ia tetap memegang erat bidadari yang sejak tadi setia membuntutinya, gadis itu melenggok mengikuti tubuh Noy. Tak lama kemudian kaki mereka sedikit naik dibantu kenek bus. </p>
<p>“ Lampung..Lampung…”<br />
Noy tersenyum kepada gadis itu, senyumnya sebuah tanda bahagia yang akan di sematkan buat kekasihnya. Noy merengkuh tubuh gadis itu, dan sedikit bisikan “ kau kedinginan ya sayang..” bisikan itu meluncur menyusuri jalanan yang kini berliku-liku.</p>
<p>Mereka disambut oleh pagi. Embun masih menutupi dedaunan hingga sedikit menjerit karena tak bisa bernafas. Lalu langkah anggun mereka mendetak lantai pelabuhan Bekahueni Lampung . Kerinduan Noy tak bisa dibohongi. Sorot matanya fokus pada titik yang sepertinya masih meninggalkan memori lama. Oow…wanita tua itu masih bersimpuh disini. Sungguh setia terhadap apa yang menjadi takdirnya. Dan tempat itu sudah menjadi tambatanya. Tetapi mengapa aku tak bisa seperti wanita tua itu. Aku terlanjur menggenggam hitamnya merah jambu ini. Noy melamun lama sekali,<br />
		“ Ada apa kak?” gadis itu membangunkan lamunan Noy.<br />
		“ oh.. tak Apa-apa..”<br />
Ia pun teringat pesan melka sebelum keberangkatan ke Bandung. Kak konsekuensi hidup adalah pilihan, kakak tetap pertahankan hubungan kita walau jarak tak sanggup mempertemukan kita. Melka Harap kakak menggengam pilihan itu. Kak, Melka rela melepas ingatan untuk Andre. Tapi kakak janji tak menghianati pilihan kakak.<br />
		“ Iya ,Mel..Kakak Janji..” saat itu mereka mempertemukan jari kelingking mereka. Sepasang cincin di jari manis mereka saling menatap, mereka menjadi saksi perjanjian dua insan itu. Tetapi kini mereka tak mampu berteriak untuk membela perjanjian itu. Karena cincin, -itu- tak lagi melingkar di jari Noy. Semuanya berubah.</p>
<p>Selepas  dari pelabuhan. Noy bersalaman dengan orang tuanya dan kerabat dekat yang sejak malam menanti kehadiran mereka. Canda tawa membahana ruangan depan, sedang gadis itu yang akhir-akhir ini dikenal dengan nama Monica, membereskan barang bawaan.<br />
Tak lama kemudian Noy menghampiri dengan kecupan dikening. “sayang, ini rumah kamu jadi enjoy aja ya…”<br />
Monic membalas kecupan itu dengan senyuman hangat. Namun sebentar kemudian Ia mengernyitkan dahi, “ Kak, Foto siapa itu?” apa itu Melka yang pernah kakak ceritakan dulu?<br />
		“ Mungkin….”<br />
Merekapun menjelajahi luasnya ranjang itu dengan gelak tawa. : kakak ternyata punya mantan ya? Ledek Monic.<br />
***<br />
Dikamar Kost Melka, Andre berdiri tegak menanti Melka menyambutnya. Lalu Melka yang hanya memakai handuk itu bergegas menarik tuas pintu, didapatinya senyum Andre mewangikan pagi yang selalu kusam. Andre menyodorkan bungkusan kecil dengan ramah sekali. “ ih nggak usah formal-formal ndre..”anggep aja aku ini bukan customer” Melka memulai pembicaraan dengan sedikit menggoda. “Iya tapi ini kan masih jam kerja”<br />
“oow..kamu memang tak berubah ndre, selalu disiplin ya..” Melka tersenyum. Ada yang lain dimatanya, Ia melihat pelangi dimata Andre. Andre memang pekerja keras. Nggak seperti Noy, Penghianat Keras. Huuuft….”<br />
Andre meninggalkan ruangan sempit itu, dan bergegas menunggangi sepeda motor yang bertulis “FAST FOOD DELIVERY”. Punggung Andre pun membalas senyum Melka walau itu hanya beberapa detik, kemudian tersapu asap motor yang mengepul.</p>
<p>Melka lekas ,mengenakan tanktop dan mini switter ala cewe masa kini. Bagian bawahya terbalut dengan rapi mini pants. Pagi itu Ia menyantap ayam goreng ala Andre. Ia terperanggah oleh secarik kertas di bagian samping kotak “ Mel, Nikmati Ayam Goreng ini seperti kau menikmati kehadiranku, Kehadiran dahulu dan Kehadiran Sekarang, I LOVE U melka, my sweet queen”<br />
Ia tak mampu menahan bahagia. Terdengar pelan dari corong radio di sampingnya.<br />
Tak kusangka dirimu hadir dihidupku,<br />
menyapaku dengan sentuhan kasihmu..<br />
kusesali cerita yang kini terjadi menyapa di saat ku telah berdua<br />
Maafkan bila cintaku tak mungkin ku persembahkan seutuhnya…<br />
***<br />
Di jantung kota Bandar Lampung Nampak berderet pertokoan dan ada beberapa swalayan.  Lalu lalang kendaraan tak bias lepas dari citra kota itu. Mulai dari angkot  yang ugal-ugalan di jalan, pencopet paling sopan sekalipun, namun udara begitu akur dengan lenggokan tubuh Melka, anginnya mengalir secara aerodinamis menerobos sela-sela tubuh melka. Dan lirikan para cowo-cowo kota kecil itu membuat keyakinan Melka memuncak. Disamping pinggangnya menggelantung tas kecil menganggunkan perjalanannya, semakin lama Ia berjalan, mentari semakin riuh mengikuti jejak langkahnya. dengan tergesa-gesa Ia memasuki mall tepat di tepi jalan Kartini. Dilihat Andre lalu lalang di deretan meja kecil, Ia menenteng tas kecil-kecil menuju sepeda motor yang di parkir tak jauh dari toko fast food itu.<br />
“ Ndre….., ini aku Melka..”<br />
“ Melka????”  Andre berbalik arah menghampiri Melka. Senyum khasnya tak berubah. Disambutlah tangan Melka, dan bibirnya mendarat di pipi melka, Melka terperanjat tak bisa berbuat apa-apa. “ huft…ndre, ini tempat umum..”<br />
“ ya kalau aku sayang kamu kan nggak masalah mel”, orang disekelilingnya mendongakan wajah fokus pada satu titik, Andre dan Melka. Tak terkecuali sepasang kekasih yang sejak beberapa menit lalu menikmati ayam goreng Andre Fast Food, mereka mengangkat tubuh menghampiri Andre dan Melka.<br />
		“ Noy…” suara melka langsung lirih. Raut wajahnya seakan menerjang badai apapun. Ia geram membabi buta. Di sambarnya muka Noy dengan jemari manisnya. Sambaran itu lembut tetapi cukup berarti buat Noy. Sepasang merpati yang beberapa waktu lalu kehilangan sepasang sayap. Kini sayap itu terbang diatas ubun-ubun mereka. Kejadian yang singkat itu di iringi jerit tangis Noy, Melka dan Monic. Sedang Andre berlari sambil menahan isak tangis. Ia meninggalkan toko dan dilema itu. </p>
<p>***<br />
Dua minggu setelah dilema itu menembus jantung hati mereka,<br />
***<br />
Dimatanya kota Bandar Lampung sangat mempesona, awan mulai mengiringi perjalanan cinta Noy dan Melka, rintihan ombak menghapus ingatan mereka. Disamping mereka juga tersenyum sesosok gadis yang baru saja mencicipi panasnya kota ini. Monic menggandeng Noy dengan sangat sayang. Sedang Melka menyekap pinggang Noy, keduanya melepas pergolakan hati dengan seksama. Dan Andre melempari mereka. Pasir-pasir itu melumuri tubuh mereka. Dari kejauhan dilihatnya seorang nenek tua terenta-renta melewati hamparan pasir. Terkadang kaki nenek itu basah karena siraman ombak kecil. Mata Noy tak tahan menahan derai tangis, lalu Ia memapah nenek tua itu di iringi cubitan Melka dan Monik. Semua tertawa lepas kecuali Andre.</p>
<p>“Tak bisa jari-jariku terima dua cincin dari hatimu dan dari hatimu,…….” ( Dua Cincin- Hello ).<br />
Noy menarik Melka dan Monik menyusuri ombak itu. Sambil mengecup Melka dan Monik, bidadariku, Maafkan aku…..<br />
Mereka menggandeng  Noy sambil tersenyum kecut. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sukmapolinela.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sukmapolinela.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sukmapolinela.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sukmapolinela.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sukmapolinela.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sukmapolinela.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sukmapolinela.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sukmapolinela.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sukmapolinela.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sukmapolinela.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sukmapolinela.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sukmapolinela.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sukmapolinela.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sukmapolinela.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=134&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/%e2%80%9c-ketika-dilema-membayangi-percintaan-anda%e2%80%9d-edisi-52/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1b00871d1f8341521aa7598e58d207a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sukmapolinela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fanatisme dalam Pluralisme (Edisi 52)</title>
		<link>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/fanatisme-dalam-pluralisme-edisi-52/</link>
		<comments>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/fanatisme-dalam-pluralisme-edisi-52/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 05:13:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukmapolinela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukmapolinela.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ahmad Budi Septiadi Dalam dunia ini semuanya berjalan dan terus berjalan, detik perdetik, menit permenit, jam perjam, hari perhari dan seterusnya. Semuanya berjalan dan berlalu seiring dengan apa yang di takdirkan tuhan dan sesuai dengan apa yang telah kita perbuat. Semua tak lepas dari kebenaran dan kesalahan, tidak jarang sebuah kesalahan terkadang terjadi dikarenakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=131&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Ahmad Budi Septiadi</p>
<p>Dalam dunia ini semuanya berjalan dan terus berjalan, detik perdetik, menit permenit, jam perjam, hari perhari dan seterusnya. Semuanya berjalan dan berlalu seiring dengan apa yang di takdirkan tuhan dan sesuai dengan apa yang telah kita perbuat. Semua tak lepas dari kebenaran dan kesalahan, tidak jarang sebuah kesalahan terkadang terjadi dikarenakan sifat yang berlebihan dan terlalu melebihi, sifat manusia terkadang tidak bisa terkendali dan berlebihan sehingga itu akan membuat kesalahan atau sebuah masalah. Banyak pepatah mengatakan bahwa sesuatu yang berlebihan adalah hal yang tidak baik, termasuk juga dalam memahami, mencintai, menggeluti dan mengikuti sesuatu hal. Berlebihan dalam memahami, mencintai, menggeluti dan mengikuti sesuatu hal itulah yang bisa dikatakan sebagai fanatisme, jika mendengar atau melihat kata-kata fanatisme pasti sejumlah orang akan berfikir sesuatu sifat yang berlebihan dan tidak jarang mereka akan memandang fanatisme sebagai hal yang negatif.<br />
	Di Indonesia, Negara kita yang tercinta ini adalah Negara yang memiliki banyak kebudayaan, tata cara, kebiasaan, bahasa dan berbagai macam hal lainya. Keberagaman dan perbedaan yang bermacam-macam itulah yang biasa dikatakan atau diartikan sebagai plural. Mencintai, menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan dan keberagaman bahasa, kebudayaan dan seluruh hal itulah yang disebut dengan pluralisme<br />
	Dari kedua paragrap kita bisa melihat ada dua hal yang menjadi permasalahan, yaitu tentang sifat fanatisme dan sifat pluralisme. Kedua hal tersebut terjadi di Indonesia dan juga di seluruh dunia, namun yang terjadi di Indonesia adalah kedua hal tersebut tidak berjalan berdampingan dan tidak pernah bisa menyatu untuk saat ini, karena kedua hal inilah banyak terjadi keributan, perpecahan, permusuhan dan bahkan sampai terjadi peperangan yang luar biasa yang pelakunya adalah sesama warga negara Indonesia. Bisa kita lihat dari sejarah bahwa banyak perpecahan yang terjadi karena fanatisme dan pluralisme yang berjalan tidak berdampingan seperti apa yang seharusnya, jika kita kembali membuka lembaran kelam masa lalu. Indonesia yaitu seperti peperangan antar suku di Kalimantan yang memakan banyak korban, terorisme yang semakin menjadi &#8211; jadi, aceh yang ingin memisahkan diri dari Indonesia  dan masih banyak hal-hal buruk yang terjadi akibat tidak sejalanya antara pluralisme dan fanatisme.<br />
	Kita lihat saat peperangan berdarah antar suku yang terjadi di Kalimantan yaitu suku madura (pendatang) dan suku dayak (setempat). Suasana sangat mencekam saat terjadi peperangan, banyak korban berjatuhan dan banyak orang-orang yang tidak berdosa juga menjadi korban dari  manusia yang telah dirasuki setan. Sungguh disayangkan hal ini bisa terjadi padahal yang bertikai adalah sesama bangsa Indonesia yang seharusnya saling membantu dan menghormati, bukan saling membunuh, mereka adalah bangsa Indonesia yang hanya berbeda suku saja. Mungkin sebab terjadinya perang saudara tersebut dikarenakan sesuatu hal tapi bukan dengan cara kekerasan penyelesaiannya bukankah lebih baik diselesaikan dengan cara kepala dingin dan dimusyawarahkan. Bisa kita ambil sebuah fakta dari apa yang terjadi di Kalimantan tersebut ialah di sebabkan fanatisme dalam pluralisme yang tidak berjalan dengan seiringan dan berdampingan, antara kedua belah pihak memilki sifat fanatisme yang berlebihan dan hilangnya rasa saling menghormati dan menghargai antara mereka, mereka hanya menjunjung fanatisme etnis (chauvimisme) yang berlebihan. Kasus ini adalah salah satu contoh dari fanatisme dalam pluralisme dalam konteks negatif.<br />
	Gerakan aceh merdeka (GAM) adalah contoh lagi dari judul tulisan ini, orang &#8211; orang yang di balik layar yang menggerakan Organisasi ini adalah orang- orang yang memiliki pemikiran yang minoritas dan juga memiliki rasa fanatisme yang tinggi terhadap gerakan atau organisasi yang mereka dalami, mereka yang berada di balik GAM menginginkan Aceh menjadi negara yang berdaulat, mereka berfikir dan berpandangan bahwa mereka sudah siap untuk menjadi negara Kedaulatan sendiri dan berpisah dari Indonesia, pemikiran untuk berpisah dari Indonesia juga disebabkan karena mereka kurang adanya sifat pluralisme dan lebih memandang bahwa keberagaman yang ada di Indonesia tidak mereka inginkan karena tidak sesuai dengan kebudayaan mereka yang terlalu terisolasi oleh suatu ikatan yang erat. Mereka terlalu fanatis terhadap kebuayaan dan pemikiran mereka sendiri. Akibat dari keinginan mereka tersebut  aceh kemudian menjadi sebuah provinsi yang berbeda dari provinsi-provinsi lain di Indonesia, di sana dalam jangka waktu bertahun-tahun terjadi peperangan antara tentara Indonesia dan para pemberontak GAM yang tetap pada pendirianya ingin berpisah dari negara Kedaulatan Indonesia, dan lagi &#8211; lagi pada ujungnya hanya membuat masalah yang memakan banyak korban jiwa, baik dari kaum Sipil yang tidak bersalah maupun dari pemberontak dan dari tentara Indonesia sendiri. Jika saja mereka yang menggerakan pergerakan ini berpandangan Cinta Tanah Air dan memiliki pemikiran yang luas terhadap indahnya perbedaan dan memilki sifat pluralisme mungkin kerugian kerugian akibat perang baik dari segi materil, korban jiwa maupun kerugian krisis Cinta Tanah Air tidak akan terjadi.<br />
	Terorisme, adalah contoh berikutnya dari fanatisme dalam pluralisme yang berjalan dengan tidak seiringan. Mereka yang biasa kita sebut teroris  biasa dikatakan memilki pandangan fanatisme yang tinggi dan berlebihan terhadap organisasi ataupun apa yang mereka dalami dan kadang-kadang melebihi apa yang seharusnya mereka lakukan, tidak jarang mereka menjual nama agama untuk mengaplikasikan sifat fanatisme mereka tersebut, padahal apa yang mereka lakukan tersebut tidaklah di perkenankan oleh agama. Mereka melakukan aksi teror di Indonesia bukan hanya karena faktor agama seperti yang sudah kita ketahui sebelumya, namun ada juga hal yang berbau politik, ekonomi dan juga adanya sifat sentimentil terhadap kebudayaan yang beragam di Indonesia.<br />
	Di atas adalah beberapa contoh dari tidak sejalannya antara fanatisme dalam pluralisme yang terjadi di Indonesia. Kecemburuan sosial, chauvimisme, kemiskinan dan  jurang sosial dalah beberapa hal yang mungkin mempengaruhi sifat fanatisme yang berlebihan dan menyebabkan terjadinya kejadian di atas. Namun jika kita berpandangan pluralisme dan berfikir bahwa hal hal yang berlebihan tersebut sesungguhnya hanya akan menambah masalah maka kita akan berfikir bahwa semuanya tersebut akan menjadi lebih baik jika terus dijalani dengan apa adanya dan tidak pernah menyerah. Kita sebagai warga negara Indonesia yang memilki banyak kebudayaan yang berbeda-beda seharusnya bisa menjaga Persatuan dan Kesatuan yang telah ada dari sejak dahulu kala. Alangkah indahnya jika Indonesia yang sangat beragam ini dapat damai dan bersatu antar golongan, suku, bangsa dan apapun itu.  Kedepan akan lebih cerah untuk kemajuan Indonesia yang sangat plural ini, dan cintailah Negara ini, cintailah bangsa ini, banggalah akan bangsa ini. Cintailah INDONESIA!!!!!!*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sukmapolinela.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sukmapolinela.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sukmapolinela.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sukmapolinela.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sukmapolinela.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sukmapolinela.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sukmapolinela.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sukmapolinela.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sukmapolinela.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sukmapolinela.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sukmapolinela.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sukmapolinela.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sukmapolinela.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sukmapolinela.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=131&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/fanatisme-dalam-pluralisme-edisi-52/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1b00871d1f8341521aa7598e58d207a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sukmapolinela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEKEDAR MIMPI UNTUK BANGSA INI ( Ed 51)</title>
		<link>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/sekedar-mimpi-untuk-bangsa-ini-ed-51/</link>
		<comments>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/sekedar-mimpi-untuk-bangsa-ini-ed-51/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 03:03:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukmapolinela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukmapolinela.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Yoni Anan Tono begitulah nama seorang mahasiswa yang kuliah di Politeknik Negeri Lampung, dia sangat aktif disalah satu organisasi kemahasiswaan yang ada di Kampus Politeknik Negeri Lampung ini. Setelah hari berlalu begitu lama, akhirnya tiba juga bagi tono untuk mengaplikasikan apa yang selama ini dia pelajari di Politeknik Negeri Lampung, dan dia pun tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=127&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>                                                              Oleh<br />
                                                          Yoni Anan</p>
<p>Tono begitulah nama seorang mahasiswa yang kuliah di Politeknik Negeri Lampung, dia sangat aktif disalah satu organisasi kemahasiswaan yang ada di Kampus Politeknik Negeri Lampung ini.  Setelah hari berlalu begitu lama, akhirnya tiba juga bagi tono untuk mengaplikasikan apa yang selama ini dia pelajari di Politeknik Negeri Lampung, dan dia pun tidak segan untuk berkeliaran berburu uang setelah tali toga yang dia pakai telah tersentuh oleh tangan direktur Politeknik Negeri Lampung.<br />
Tono sangat berbeda dengan teman-temanya, bagaimana tidak dia sudah belajar untuk memanage dirinya sendiri dan belajar berorganisasi dengan baik, dan satu lagi keahlian tono yaitu kemampuanya untuk bermimpi yang sangat baik.  Jalan yang dia lalui dalam berburu uang pun berbeda dengan teman-temanya, dia lebih baik memakan keringat sendiri dibandingkan dengan bergantung kepada orang lain atau berwirausaha sendiri.<br />
Usaha ini dia awali dengan menyambung tali jiwa dengan penduduk desanya, atau membentuk koperasi.  Keahlianya dalam mengorganisasikan dan kemampuanya untuk mengilhami kekayaan yang dimiliki oleh desanya ini akhirnya ia mampu untuk mendirikan sebuah perusahaan, yaitu perusahaan keripik pisang dan singkong kulitas eksport.<br />
Eksport merupakan salah satu hubungan antara dalam negeri dan luar negeri, kala itu Tono berhasil menjalin hubungan dengan negara-negara di dunia, yaitu Jepang, Jerman, Amerika, dan negara-negara terkemuka lainya.  Pengusaha yang satu ini juga mempunyai banyak koneksi yang tersebar diseluruh dunia, selain itu pengalamanya yang pernah melanglang buana menjelajahi dunia juga berhasil memperluas pengalaman dan pengetahuanya mengenai aspek-aspek penting yang ada didalam sebuah negara.<br />
Tono berfikir selalu seluas angkasa dan sedalam samudra, sehingga suatu saat dia memutuskan untuk mendirikan sebuah sekolahan atau badan pendidikan yang khusus mengajarkan tentang pendidikan kejuruan.  Tindakan ini timbul dari pemikiranya yang sangat sederhana, “kalau anak bangsa Indonesia ini hanya mempelajari satu pelajaran saja selama pendidikanya, akan jadi apa orang itu ya……………….., enggak tahulah”, selain itu dia juga ingin mengembangkan usahanya, “siapa tahu anak-anak yang saya didik dalam sekolahan ini nantinya bisa membuat keripik menjadi bom, wah pasti menguntungkan” fikir pengusaha konyol satu ini.<br />
Pendirian pendidikan ini pada awalnya dilakukan dari pendidikan SLTP, jadi yang masuk dalam SLTP ini langsung belajar dalam jurusanya masing-masing, tidak tanggung-tanggung sekolahan ini didirikan dengan promosi free cost atau bebas biaya atau gratis.  Dia langsung membuka 10 sekolahan yang semacam ini, sedangkan tim pengajarnya diambil langsung dari luar negeri, jadi dari elektronik dan otomotif diambilkan guru dari jepang, sedangkan jurusan kesehatan langsung diambilkan dari jerman, dan lain sebagainya.<br />
 Apabila dilihat pendidikan SLTP yang satu ini tidak seperti pendidikan di Indonesia lainya, waktu untuk mempelajari pelajaran dan mempraktikan apa yang dia peroleh adalah satu hari penuh. Jadi masuk jam 07.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB. Waktu satu hari itu digunakan untuk, belajar materi, praktik, dan berkreasi dalam jurusanya masing-masing, sedangkan hasil kreativitas dan Praktik mereka merupakan produk-produk  yang dapat dijual, dan hasil penujualanya ini digunakan untuk menutupi segala biaya yang dikeluarkan oleh sekolahan untuk mendidik anak muridnya.<br />
mereka belajar di kejuruanya masing-masing selama sembilan tahun, karena pada saat itu Tono, baru mampu mendidik mereka sampai dengan D3, atau bergelar Ahli Madya.  Ternyata memang benar adanya, pada saat anak-anak ini menginjak ke pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, anak-anak ini mampu membuat kreativitas lebih, dan mampu menciptakan teknologi baru, salah satunya yaitu motor berbahan bakar air.<br />
Kreativitas ini tidak disia-siakan oleh Tono, kreativitas ini kemudian dibuat menjadi usaha, jadi siswa yang menciptakan  alat ini dimohon untuk membuat peralatannya sedangkan tenaga kerjanya, dia menggunakan tenaga kerja lokal.  Usaha ini ternyata sangat populer dan mampu untuk memberikan kontribusi yang sangat hebat kepada kemajuan usaha Tono.<br />
Hasil dari usaha ini kemudian dia simpan, terlebih dahulu, dalam bentuk deposito. Setelah angkatan pertama lulus dari yang telah didik oleh Tono, maka tibalah saat Tono untuk mengorganisasikan anak-anak ini, sebagian dari mereka disuruh untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh dengan mendirikan perusahaan di seluruh Indonesia, dan yang sebagian lagi di manage untuk menjadi seorang guru untuk sekolahan yang sama.<br />
Anak didik Tono berhasil mendirikan perusahaan-perusahaan besar yang sangat terkenal dan berhsil menghasilkan penghasilan yang luar biasa besar pula. Dibalik keberhasilan yang mereka capai Tono menyelipkan sedikit mimpinya, walaupun mereka sudah sukses  mereka diminta untuk mendirikan pendidkan seperti yang dia ciptakan, dan membawa anak-anak ini menjadi anak yang sukses.<br />
Akhirnya sekolahan yang Tono ciptakan ini menjamur di seluruh tanah air, apalagi dengan promossi sekolah gratis maka banyak sekali yang berminat untuk menjadi anak didik dari sekolah ini. karena kebesaran nama sekolah ini maka pemerintah Indonesia penasaran sebenarnya siapkah yang memiliki sekolahan ini atau siapakah yang mendirikan sekolahan ini, dan setelah di cek ternyata, munculah tokoh baru dari sekolah itu yaitu nama yang sangat sederhana, Tono.<br />
Pemerintah sangat penasaran dan akhirnya Tono di ambil ke istana negara untuk di ajak berbincang-bincang dengan bapak Presiden.  Setelah sampai di istana negara ternyata Tono  disambut sangat meriah sekali, dan ternyata Tono akan diangkat sebagai salah satu pahlawan nasional karena jasa-jasanya yang telah turut serta mewujudkan cita-cita bangsa.<br />
Namun hal yang tidak terduga-duga terjadi, hal itu adalah  penolakan Tono untuk diangkat menjadi pahlawan dalam upacara kali ini, “saya menolak penghargaan ini karena, saya hanya diangkat mejadi pehlawan sendirian, sedangkan ide sekolah ini timbul karena pemikiran cemerlang ayah saya, yang kedua, saya tidak mau gelar dari pendidikanku di cantumkan, biarlah namaku saja yang tercantum”, tegas Tono sambil keluar dari istana negara.<br />
Setelah mendengar itu semua maka upacara pelantikan itu di batalkan dan bapak presiden RI memohon maaf kepada Tono, dan melaksanakan pengangkatan ini keesokan harinya.  Keesokan harinya maka Tono datang bersama dengan keluarganya dan dilantik menjadi pahlawan pejuang pendidikan nasional, wah suatu kebanggaan sekali, dan akhirnya cerita ini dibukukan dalam buku sejarah nasional Indonesia, dan Tono beserta ayahnya adalah satu-satunya pahlawan yang masih hidup kala itu. </p>
<p>*******<br />
“aku Mungkin saat ini adalah manusia yang paling tidak berguna”<br />
“tapi ingat !!!!!&#8230;,  suatu saat cita-cita ku pasti akan terwujud”<br />
“Ketika di tanya apa itu cita-citaku”<br />
“aku hanya bisa tersenyum”<br />
“Dan ketika ditanya kapan cita-citaku terwujud”<br />
“Maka jawabanya adalah…………..”<br />
“Cita-citaku akan terwujud ketika anak beserta cucuku dapat membaca profil ayah beserta profilku di buku sejarah nasional Indonesia”<br />
“Amien………………”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sukmapolinela.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sukmapolinela.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sukmapolinela.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sukmapolinela.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sukmapolinela.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sukmapolinela.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sukmapolinela.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sukmapolinela.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sukmapolinela.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sukmapolinela.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sukmapolinela.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sukmapolinela.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sukmapolinela.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sukmapolinela.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=127&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/sekedar-mimpi-untuk-bangsa-ini-ed-51/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1b00871d1f8341521aa7598e58d207a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sukmapolinela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>POLINELA HARUS MERUBAH PARADIGMA MAHASISWA POLINELA  (Ed 50)</title>
		<link>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/polinela-harus-merubah-paradigma-mahasiswa-polinela-ed-50/</link>
		<comments>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/polinela-harus-merubah-paradigma-mahasiswa-polinela-ed-50/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 02:57:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukmapolinela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukmapolinela.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Anwar Rahman Saat ujian speaking mid semester bahasa Inggris saya bertanya kepada banyak mahasiswa Polinela “What will you do after graduation?” yang artinya apa yang akan kamu lakukan setelah lulus? Lebih dari 50 persen mahasiswa yang saya tanya menjawab “I want to get a job?”. Ketika saya mengejar dengan pertanyaan “what kind of job [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=124&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>                                                               Oleh<br />
                                                         Anwar Rahman </p>
<p>Saat ujian speaking mid semester bahasa Inggris saya bertanya kepada banyak mahasiswa Polinela “What will you do after graduation?” yang artinya apa yang akan kamu lakukan setelah lulus?  Lebih dari  50 persen mahasiswa yang saya tanya menjawab “I want to get a job?”. Ketika saya mengejar dengan pertanyaan “what kind of job do you hope?” pekerjaan apa yang kamu inginkan, sebagian besar menjawab ingin menjadi pegawai negeri sipil atau PNS dan sebagian lainnya kerja di perusahaan. “Do you know how much salary you will be paid?”, “ About one million five hundred thousand”. “Apakah kamu tahu berapa gaji yang akan diterima?” saya bertanya.” Satu juta lima ratus ribu rupiah”, jawab mahasiswa. Menurut saya gaji sejumlah itu pastinya diberikan kepada lulusan D3 yang bekerja di perusahaan yang menengah atau perusahaan besar. Kenyataanya lulusan D3 hanya dibayar kurang dari satu juta. Ada hal yang kadang membuat saya heran adalah jawaban sebagian mahasiswa yang ingin melanjutkan ke S1 (sarjana) setelah mereka lulus dari Polinela karena menurut mahasiswa D3 kurang punya prestise atau kurang bangga dengan gelar “A.Md”.<br />
Cara pandang atau paradigma mahasiswa terhadap pendidikan vokasi seperti Polinela dimana para lulusannya dipersiapkan untuk mencari pekerjaan menurut hemat saya seyogyanya harus mulai dirubah.” Kenapa harus diubah?” Jawabanya adalah jika tidak dirubah maka Polinela akan seperti perguruan tinggi lain yang memproduksi para pengangguran yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan. Pengangguran tumbuh terus menerus karena pertumbuhan lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan pertumbuhan tenaga kerja. Di propinsi lampung misalnya berapa perusahaan yang bisa didirikan setiap tahunnya dan mampukan perusaahan itu menyerap seluruh tenaga kerja yang ada. Tentu tidak mungkin. Setiap tahun Pemda Propinsi dan Kabupaten membuka rekrutment tenaga baru. “Apakah semua pelamar diterima?” tentu tidak. Tingkat persaingan sangat ketat dan terkadang tidak sehat. Bisa dibanyangkan tingkat persaingannya bila formasi D3 yang dibutuhkan hanya 3 orang sementara peminat sebanyak 150 orang, berarti 1:50. Keadaan seperti ini sering dimanfaatkan oknum pejabat untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan cara menerima uang sogok untuk PNS yang tarifnya berkisar 50 -100 juta.<br />
Sudah saatnya para dosen dan teknisi Polinela membantu mahasiswa untuk merubah paradima mencari pekerjaan dengan membuat lapangan pekerjaan. Banyak jenis usaha yang bisa dikembangkan oleh mahasiswa saat mereka belajar dan setelah lulus dari Polinela. Sebagai contoh pengembangbiakan ikan air tawar dari pemijahan hingga pembesaran berbagai jenis ikan. Pembuatan bebagai produk makanan olahan dari dodol, kripik, kue basah dan kering, roti dan aneka jenis minuman. Ternak ayam, kambing dan sapi serta teknologi mengembangkan ternak dapat dipelajari dan dikembangkan di Polinela. Berbagai teknologi untuk mengembangkan tanaman perkebunan dan tamaman pangan mahasiswa mendapat materinya. Semua contoh tersebut bisa dijadikan sebagi peluang bisnis yang sangat menjanjikan dimana hasilnya bisa lebih baik dari pada bekerja sebagai PNS.<br />
Sekedar bercerita dengan para pembaca, bulan lalu saya mengajak teman-teman advokat datang berkunjung ke Polinela. Mereka datang tidak sebagai konsultan hukum tetapi datang sebagai orang yang ingin mengembangkan bisnis atau usaha kecil di desa-desa binaan lembaganya. Pertemuan saya dengan para advokat bermula ketika saya harus berhadapan dengan masalah hukum. Disela-sela konsultasi tentang hukum kami membicarakan kesulitan para advokat dalam membina desa-desa binaan yang jumlah banyak dan luasnya lahannya ratusan hektar. Intuisi bisnis saya langsung muncul dan saya ceritakan serta promosikan peluang bisnsis yang bisa dilakukan bila kerjasama dengan Polinela. Polinela juga mempunyai program PKL atau praktik kerja lapangan yang bisa membantu masyaratkat membuat beberapa kegiatan usaha pedesaan. Wal hasil mereka dengan senang hati mengunjungi Polinela dan melihat beberapa kegiatan pengajaran yang sebenarnya bisa dijadikan bisnis untuk memperbaiki perekonomian masyarakat pedesaan.<br />
Politeknik Negeri Lampung menurut para advokat luar biasa hanya sanyang sekali banyak masyarakat yang tidak tahu. Ungkapan salah satu dosen Polinela mungkin benar adanya bahwa Polinela bagaikan mutiara yang terpendam hanya saja terpendamnya terlalu dalam oleh sebab itu perlu adanya usaha bersama untuk mengangkat mutiara tersebut dari lumpur dan membersihkanya hingga berkilauan. Untuk membuat mutiara Polinela berkilauan salah satu caranya adalah dengan perubahan paradigma baik mahasiswa dan para dosennya. Visi Polinela menghasilkan lulusan yang cerdas, professional dan kompetitif mengandung invisible paradigm bahwa mahasiswa bisa bersaing dalam mencari perkerjaan secara kompetitif bila cerdas dan professional. Saya pikir perlu ada pergeseran paradiga terhadap visi Polinlena bahwa para lulusan bisa menjadi para pengusaha (entrepreneur) yang cerdas dan professional sehingga mampu berkompetisi dengan para pengusaha baik di dalam maupun di luar negeri.<br />
Dengan perubahan paradigma mahasiswa Polinela dari mencari kerja menjadi membuat lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri bahkan orang lain berarti akan mengurangi antrian alumi Polinela yang mengantri melamar pekerjaan. Selain itu akan membuat para lulusan mempunyai tingkat kesejahteraan yang lebih baik dengan menjalankan berbagai usaha atau bisnis yang telah mereka pelajari di kampus.*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sukmapolinela.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sukmapolinela.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sukmapolinela.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sukmapolinela.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sukmapolinela.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sukmapolinela.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sukmapolinela.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sukmapolinela.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sukmapolinela.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sukmapolinela.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sukmapolinela.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sukmapolinela.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sukmapolinela.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sukmapolinela.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=124&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/polinela-harus-merubah-paradigma-mahasiswa-polinela-ed-50/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1b00871d1f8341521aa7598e58d207a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sukmapolinela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dia Bukan Kakak ku ( Ed 49 )</title>
		<link>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/dia-bukan-kakak-ku-ed-49/</link>
		<comments>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/dia-bukan-kakak-ku-ed-49/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 02:46:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukmapolinela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukmapolinela.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Oleh H2O Wajahnya, bicaranya, lakunya masih ku perhatikan. Entah sudah keberapa kalinya ini ku lakukan dalam rapat atau hanya sekedar kumpul. Wajahnya mengingatkan ku pada orang yang begitu dekat dengan ku. Sebenarnya aku tak ingin membawa bayangannya dalam setiat aktivitas ku juga tak ingin berfikir terlalu jauh tentangnya. Tapi naluri detektif ku tak bisa ku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=120&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh<br />
H2O</p>
<p>Wajahnya, bicaranya, lakunya masih ku perhatikan. Entah sudah keberapa kalinya ini ku lakukan dalam rapat atau hanya sekedar kumpul. Wajahnya mengingatkan ku pada orang yang begitu dekat dengan ku. Sebenarnya aku tak ingin membawa bayangannya dalam setiat aktivitas ku juga tak ingin berfikir terlalu jauh tentangnya. Tapi naluri detektif  ku tak bisa ku pungkiri. Aku tak ingin cerita tentangya dianggap bualan oleh orang yang mendengarkan cerita ku. Karna itu  ku ajak sartu persatu orang yang memang tahu kebenaran cerita ku. Pertama ku ajak Lia tetangga yang rumahnya tepat didepan rumah ku yang sekaligus teman dekat dan orang yang tahu banyak tentang keluarga ku.<br />
“Bener Rin dia mirip Kakak kamu”<br />
Kalimat itu yang pertama muncul dari Lia setelah melihat wajah yang ku maksut dan betapa bahagianya aku yang mendengar karna terbukti bukan hanya aku yang merasa seperti itu. Tapi aku belum juga yakin diam-diam ku ambil gambar wajahnya dengan memotret dihandphone ku. Tak ku sangka Ibu langsung menagis begitu ku perlihatkan salah satu foto yang ada di galeri handphone ku. Selang hari berikutnya giliran adik ku yang ku buat menangis<br />
“iya, Mbak memang mirip” tutur Tina dengan isak tangis yang masih tersisa<br />
Untuk menguatkan Tina ku ajak adik ku dalam diskusi untuk pelajar dan mahasiswa yang di gelar kampus ku<br />
“gimana, benerkan kata Mbak”<br />
“iya Mbak”<br />
jawaban yang terdengar lirih namun aku tahu hatinya ingin menjerit dan berlari memeluknya seperti apa yang ku rasa pertama melihat dia. Namun aku tak bisa menemani Tina sebab sebagai seksi konsumsi aku harus mempersiapkan makan siang untuk para panitia ku biarkan saja Tina sendiri asyik mengikuti, mendengarkan diskusi dan melihat dia hingga ku harap itu bisa mengobati rasa rindunya. Di yang sebagai moderator dalam diskusi itu sangat tepat sehingga adik ku bisa memperhatikanya tanpa ada yang tahu hingga acara usai.<br />
“Mbak kita pura-pura fotocopy yuk! kata Mbak dia yang punyak dan jaga” ajak Tina ketika kami akan meninggalkan parkir kampus<br />
“ngapain? Apa iya hari ini dia jaga?”<br />
“aku, masih ingin melihat dia”<br />
‘tapi,, kamu harus jaga emosi ya, jangan sampe nangis didepanya!”<br />
“iya Mbak”<br />
Ku turuti apa mau adik ku memfotokopy hanya untuk melihat dia, hari itu kebetulan fotocopyannya sepi tak ada orang. aku tak tahu apa yang difotocopi adik ku sehingga lama. Adik ku masih memperhatikan dia, matanya kembali berkaca alunan musik bersenandung sedih yang diputar di VCD membuat suasana menjadi. Hingga akhirnya tumpah, adik ku tak mampu menahan bendungan air di dua matanya. Dia yang melihat menjadi bingung sedang aku menjadi takut dia curiga karna selama ini meski kami sering bertemu sebisa mungkin aku menjauhinya karna baagi ku bisa melihatnya sudah cukup dan tanpa diperintah dia mematikan lagu yang sedang mengalun.<br />
“Mbak maaf, aku takut dia tahu!”sesal adik ku saat kami dalam perjalanan pulang<br />
 “Terus pertama kamu ngeliat dia apa yang kamu rasa?”<br />
‘pertama aku lihat dia, sebenernya ku pengen lari, berteriak dan memeluknya tapi itu ga’ mungkin karna aku tahu dia juga bukan orang yang ku kenal” Kali ini jawaban Tina sama dengan prediksi ku tentang perasaan Tina sebelumya<br />
“sekarang apa yang kamu lakukan bila jadi Mbak?”<br />
“aku bakal pergi menjauhinya biar aku ga’ berfikir macam-macam tentangnya”<br />
“itulah Tin apa yang selama ini Mbak rasa kamu saja yang pertama melihat langsung menangis apalagi Mbak yang satu kampus, satu organisasi yang membuat banyak waktu kami bertemu dan semakin menyiksa batin Mbak”<br />
Berikutnya tetesan hujan mulai membasahi kami sore itu, tetesanya menyatu dengan air mata adik ku yang bisa ku lihat dari kaca spion motor hingga kami kehujanan sampai rumah.<br />
Dan kini hari ini lagi ku lihat dia laki-laki yang mengingatkan ku pada orang yang begitu aku dan keluarga ku rindu, wajah, sikap, dan kecerdasanya mengingatkan ku pada Ka Arif kakak kandung ku yang sudah delapan tahun meninggalkan kami tanpa ada kabar masih hidup atau sudah meninggal sebab dulu dia pergi dalam keadaan gila karna di buat orang.<br />
Mata ku belum beralih masih melihat dia yang berdiri didepan gerbang kampus seperti sedang menunggu seseorang hingga ada sebuah mobil sedan berhenti. Lalu turun dari mobil itu seorang Bapak-Bapak berpenampilan rapi mengenakan jas layak nya direktur perusahaan keduanya saling mendekat dan dia yang ku perhatikan tanpa dikomando mencium tangan Bapak tersebut dangan penuh keramahan<br />
“Hey, liatin Ka Rangga ya?” tiba-tiba Tia datang mengagetkan ku<br />
“kurang apa coba Ka Rangga, udah cerdas, mandiri, cool, tampan aktivis anak direktur lagi ya Rangga Wuryani”<br />
Berondong pujian diberikan Tia pada Dia laki-laki yang selama ini ku perhatikan dan yang selama ini baru ku ketahui bahwa namanya Rangga Wuryani dan pujian itu lah yang menjawab semua pertanyaan ku. Kini aku tahu dia bukanlah orang yang ku harap akan kembali dan<br />
“Blap…”<br />
Sedan yang ku lihat perlahan melaju meninggalkan aku yang masih ingin memandangya.<br />
“pulang yuk!” ajakan Tia benar-benar menggangu nostalgia ku yang berada dipuncak kerinduan tapi tak ada alas an untuk ku menolaknya kami pun pulang setelah sedan itu tak terlihat.<br />
Meski dia bukan Kakak ku tapi aku masih terus berharap dan yakin Kakak ku akan kembali entah kapan. Semoga harap dan penantian ini tak sia-sia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sukmapolinela.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sukmapolinela.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sukmapolinela.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sukmapolinela.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sukmapolinela.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sukmapolinela.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sukmapolinela.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sukmapolinela.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sukmapolinela.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sukmapolinela.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sukmapolinela.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sukmapolinela.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sukmapolinela.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sukmapolinela.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=120&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/26/dia-bukan-kakak-ku-ed-49/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1b00871d1f8341521aa7598e58d207a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sukmapolinela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suara Mahasiswa Guna Masa Depan (Ed 48 )</title>
		<link>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/25/suara-mahasiswa-guna-masa-depan-ed-48/</link>
		<comments>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/25/suara-mahasiswa-guna-masa-depan-ed-48/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2010 23:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukmapolinela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukmapolinela.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Polinela &#8211; Pemira atau Pemilihan Raya periode 2010 akan segera dilaksanakan. Pemira kita ketahui memang merupakan event yang sudah ditunggu oleh mahasiswa Politeknik Negeri Lampung. Pada pesta demokrasi inilah semua mahasiswa memberikan sumbangan suaranya untuk memilih calon presiden dan calon wakil presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang dianggap memenuhi semua kriteria kelayakan. Berbagai program kerja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=116&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Polinela &#8211; Pemira atau Pemilihan Raya periode 2010 akan segera dilaksanakan.  Pemira kita ketahui memang merupakan event yang sudah ditunggu oleh mahasiswa Politeknik Negeri Lampung.  Pada pesta demokrasi inilah semua mahasiswa memberikan sumbangan suaranya untuk memilih calon presiden dan calon wakil presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang dianggap memenuhi semua kriteria kelayakan.  Berbagai program kerja dari beberapa kandidat memang perlu dibedakan agar mereka dikenal. “Sang calon pun perlu unjuk gigi dihadapan mahasiswa Polinela,” tutur salah satu mahasiswa. “Tetapi saya sebagai masyarakat Polinela berharap Pemira yang sudah ditunggu akan berjalan lancar,” lanjutnya.<br />
Berbicara tentang Pemira, pasti timbul pertanyaan siapa calon kandidat  Capres dan Cawapres BEM periode 2010.  “Siapakah yang layak?”.<br />
Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) sebagai badan yang menangani Pemira telah mengeluarkan jadwal pelaksanaan Pemira.  Pemira ini pun telah diatur dalam UU MPM.  Berdasarkan jadwal, pendaftaran dimulai dari tanggal 9 November  2009 s.d 17 November 2009.  Pada Pemira kali ini terdapat dua kandidat yang mendaftarkan diri ke MPM.  Kedua pasangan tersebut adalah saudara Maliki (Agribisnis) dan Arif Noviandi (Peternakan) sebagai nomor urut satu.  Sementara pasangan berikutnya yaitu Wiyudatara (PTP) dan pasangannya Boris Kaido (Perkebunan).   Masing-masing pasangan Capres dan Cawapres akan memulai agenda aksi perdebatan antar kedua pasang calon pada tanggal 24 November 2009.<br />
MPM sebagai lembaga tertinggi yang mengambil alih Pemira melakukan perencanaan dimulai dengan rapat keanggotaan MPM.   Tentang jadwal<br />
reported : Febri</p>
<p>pemira,  kendala yang nantinya dihadapi dan juga jadwal acara-acara dalam Pemira dari pengenalan kandidat sampai dengan kampanye.<br />
Pelaksanaan pemilihan terjadwal tanggal 30 November 2009, bertempat di lapangan apel Politeknik Negeri Lampung.  Suara mahasiswa sangat menentukan masa depan Polinela pada periode ke depan.  Sementara menurut MPM, mereka mengakui masih mengalami kendala dalam menentukan hasil rapat dan kurangnya persiapan untuk Pemira.  Arbain sebagai ketua MPM menuturkan, “Saya berharap semua mahasiswa bisa menumbuhkan kesadaran dan antusias untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemira 2010”. *</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sukmapolinela.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sukmapolinela.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sukmapolinela.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sukmapolinela.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sukmapolinela.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sukmapolinela.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sukmapolinela.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sukmapolinela.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sukmapolinela.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sukmapolinela.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sukmapolinela.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sukmapolinela.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sukmapolinela.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sukmapolinela.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=116&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/25/suara-mahasiswa-guna-masa-depan-ed-48/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1b00871d1f8341521aa7598e58d207a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sukmapolinela</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika keegoisan menyelimuti hati Ibuku (Ed 48)</title>
		<link>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/25/ketika-keegoisan-menyelimuti-hati-ibuku-ed-48/</link>
		<comments>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/25/ketika-keegoisan-menyelimuti-hati-ibuku-ed-48/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2010 23:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukmapolinela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukmapolinela.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Resti W Entah lah sering sekali aku menggerutu karna mempunyai ibu seperti dia. Ibuku hanya punya satu mata, aku benci dia… Dia begitu  memalukanku. Dia membuka usaha catring untuk makan murid dan guru di sebuah sekolah SD guna mencukupi kebutuhan keluargaku disebuah sekolah dasar. Suatu hari, ibu mendatangiku dan mengucapkan salam padaku, aku begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=113&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>                                   Oleh<br />
                                Resti W</p>
<p>Entah lah sering sekali aku menggerutu karna mempunyai ibu seperti dia. Ibuku hanya punya satu mata, aku benci dia…</p>
<p>Dia begitu  memalukanku. Dia membuka usaha catring untuk makan murid dan guru di sebuah sekolah SD guna mencukupi kebutuhan keluargaku disebuah sekolah dasar. Suatu hari, ibu mendatangiku dan mengucapkan salam padaku, aku begitu malu saat itu, bagaimana dia bisa melakukan itu padaku di depan teman-temanku?! Aku abaikan dia dan melemparkan pandangan benci padanya sambil berlari.</p>
<p>Esok harinya, salah seorang teman kelasku mengejekku dengan mengatakan, ”Eeee santi, ibumu hanya punya satu mata rupanya, Ups, maaf…!”, ujar salah seorang teman sekelasku. Aku malu sekali dan ingin mati rasanya, aku juga ingin ibuku pergi dari kehidupanku. Mati bila perlu sekarang juga. Aku bertengkar hebat dengan ibuku dan kukatakan padanya kalau ibu hanya jadi sumber bahan tertawaaan teman-temanku, ”mengapa ibu tak mati saja!”,</p>
<p>Ibu tak menjawab … !!!</p>
<p>Aku sama sekali tak mau berpikir tentang apa yang kukatakan sudah-sudah, karena aku sangat marah padanya, aku tak perdulikan apapun perasaannya, aku juga sama sekali tak pernah mencoba untuk mengerti apa yang membuat hatinya merasa sakit.</p>
<p>Aku ingin keluar dari rumah itu … !! Jadi saat itu aku belajar dengan keras agar aku mendapat kesempatan belajar di luar negeri, kemudian aku menikah, Aku membeli rumah disana. Sampai ahirnya aku mempunyai anak dan aku hidup bahagia.</p>
<p>Suatu waktu ibu mengunjungiku. Bertahun-tahun tak melihatku dan bahkan belum pernah bertemu cucu-cucunya. Ketika ibu berdiri di depan pintu rumah ku, anak-anakku spontan menertawakannya. Aku berteriak padanya ”Betapa beraninya kamu datang kerumahku, dan menakut-nakuti anak-anakku. PERGI DARI SINI SEKARANG !! ”, bentak ku.</p>
<p>Ibuku menjawab perlahan ”Maaf… saya salah alamat“. Dan diapun pergi.</p>
<p>Anak-anaku pun tak tau sama sekali bahwa yang barusan datang adalah nenek nya yang selama ini mereka tanyakan.</p>
<p>Suatu waktu, ada undangan reuni sekolah di kirimkan ke rumahku, jadi aku berbohong pada suami ku, aku mengatakan bahwa aku ada tugas ke luar kota. Usai reuni, aku mampir kekampungku untuk sekedar rasa ingin tahu. Salah seorang tetanggaku mengatakan bahwa ibuku telah meninggal dunia. Aku tak terharu atau meneteskan air mata … ! Tetanggaku itu menyerahkan sepucuk surat dari ibu untukku.</p>
<p><em>“Anakku tersayang, aku memikirkanmu setiap waktu. Maafkan aku datang ke rumahmu dan membuat takut anak-anakmu. Aku sangat gembira ketika ku dengar kau akan datang ke reuni, tapi sayangnya aku tak bisa bangkit dari tempat tidur untuk melihatmu. Maafkan aku yang membuat malu saat kita masih bersama. Ketahuilah anakku…. ketika kau masih kecil, kau mengalami kecelakaan yang membuatmu kehilangan matamu. Sebagai ibu, aku tak bisa berdiam diri membiarkanmu tumbuh dengan satu mata saja, jadi aku berikan satu mataku padamu. Aku sangat bangga pada anakku yang telah memperlihatkanku dunia baru untukku di tempatku, dengan mata itu. Bersama Cintaku …. Ibumu…”.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> The End</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Aku adalah cucu dari nenek ku  yang hanya mempunyai satu mata. Dia  sabar, penyayang dan rela berkorban mendonorkan sebelah matanya  untuk ibuku Santi. Cerita ini aku kutip dari buku harian ibuku, dan didalamnya terselip sepucuk surat untuk ibuku. Sekarang ibu dan nenek ku sudah pergi jauh dan kembali kepada NYA. Dari situlah cerita ini bisa aku paparkan dan aku tulis untuk kalian baca.</p>
<p>( Salam manis Tiara anak dari ibu dan cucu nenek ).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sukmapolinela.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sukmapolinela.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sukmapolinela.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sukmapolinela.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sukmapolinela.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sukmapolinela.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sukmapolinela.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sukmapolinela.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sukmapolinela.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sukmapolinela.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sukmapolinela.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sukmapolinela.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sukmapolinela.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sukmapolinela.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sukmapolinela.wordpress.com&amp;blog=6490552&amp;post=113&amp;subd=sukmapolinela&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukmapolinela.wordpress.com/2010/09/25/ketika-keegoisan-menyelimuti-hati-ibuku-ed-48/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a1b00871d1f8341521aa7598e58d207a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sukmapolinela</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
